Terganggu Pembangunan Talud, Nelayan Linau Mengadu ke DPRD

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yelas-kaparino-1'>YELAS KAPARINO</a>
LAPORAN: YELAS KAPARINO
  • Selasa, 04 Desember 2018, 16:58 WIB
Terganggu Pembangunan Talud, Nelayan Linau Mengadu ke DPRD
Hearing di DPRD Kaur/RMOL Bengkulu
rmol news logo Warga desa Linau, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur ramai-ramai mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaur. Mereka mengadukan nasib sebagai nelayan dayung yang tidak bisa lagi melaut akibat alur laut mereka terganggu oleh pembangunan talud Pelabuhan Linau.

Rombongan nelayan tradisional ini didampingi Kepala Desa Linau, Agus. Mereka diterima Komisi 2 DPRD Kaur yang dipimpin Meridian Taher, Rolan Zuhrian, Jurai, dan Ridwan Supardi.

Hadir pula Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Kaur, Kontraktor dan Konsultan Pembangunan Pelabuhan Linau, serta Kepala Syahbandar Pelabuhan Linau.

Agus berharap agar pemerintah dapat segera mencari solusi untuk nelayan dayung dapat kembali mencari ikan seperti dulu.

“Harapan saya pihak pemerintah bisa mencarikan solusi untuk warga linau yang menjadi nelayan dayung, karena alur untuk mereka melaut terganggu oleh pembangunan talud pelabuhan,” ujar Agus seperti dilansir RMOL Bengkulu.

Usai hearing di Gedung DPRD Kaur, anggota DPRD meninjau langsung lokasi pembangunan talud yang dikeluhkan itu, bersama-sama dengan warga Linau.

Ketua DPRD Kaur, Jailani mengatakan, pihaknya akan mengawal dan memperjuangkan hak warga Linau agar dapat kembali melaut. Persoalan ini akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah.

“Permasalahan nelayan Linau ini akan kami perjuangkan untuk pengerukan dan dibuatkan jalur, akan kami koordinasikan ke pemerintah daerah,” terang Jailani. [yls]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA