Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mencatat ada 1.030 kali gempa susulan yang terjadi hingga hari ini, Rabu (22/8). Dari jumlah tersebut, lima gempa memiliki daya rusak yang signifikan.
“Sumber gempa dari Sesar Naik Flores yang di utara Lombok. Sesar ini memanjang dari Flores ke Lombok,†jelasnya di akun Twitter
@Sutopo_PN.
Sejauh ini, gempa di Lombok telah mengakibatkan sebanyak 515 orang meninggal dunia dan 7.145 orang terluka. Sedangkan 431.416 orang terpaksa meninggalkan rumah untuk mengungsi.
“Ada 73.843 rumah rusak dan 798 unit fasum fasos rusak. Diperkirakan kerugian dan kerusakan Rp 7,7 triliun,†tukasnya.
Kelima gempa berdaya rusak tinggi itu adalah gempa pendahuluan pada tanggal 29 Juli dengan kekuatan 6,4 SR. Kemudian disusul gempa utama dengan kekuatan 7 SR pada 5 Agustus.
Gempa besar kembali terjadi pada 9 Agustus dengan kekuatan 5,9 SR.
Terakhi, sebanyak dua gempa besar terjadi pada tanggal 19 agustus, dengan masing-masing berkekuatan 6,9 SR dan 6,3 SR.
[ian]
BERITA TERKAIT: