Ibunda Radit Lombok Sambil Menangis: Anak Saya Bukan Pembunuh

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Kamis, 26 Februari 2026, 14:31 WIB
Ibunda Radit Lombok Sambil Menangis: Anak Saya Bukan Pembunuh
Ibunda dari Radit Ardiansyah, Makkiyati. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)
rmol news logo Ibunda dari Radit Ardiansyah, Makkiyati menegaskan bahwa anaknya bukanlah seorang pembunuh.

Sambil menangis, Makkiyati menegaskan bahwa putranya bukan sosok yang seperti dituduhkan oleh polisi, membunuh mahasiswi Universitas Mataram bernama Ni Made Vaniradya Puspa Nitra (19), yang merupakan kekasih Radit.

“Radit dari SD sampai sekarang dia kuliah, dia ndak pernah berkelahi dengan siapapun. Dia ndak pernah punya masalah, dia anak yang patuh dan taat,” kata Makkiyati, usai RDPU dengan Komisi III DPR, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.

Menurut Makkiyati, sejak kecil hingga menempuh pendidikan tinggi, Radit dikenal sebagai pribadi yang tenang dan tidak pernah terlibat konflik. 

Ia menilai tuduhan yang diarahkan kepada anaknya sangat bertolak belakang dengan karakter yang selama ini ia kenal.

“Batin saya sebagai seorang ibu, sampai detik ini tidak percaya kalau anak saya melakukan hal sebesar itu,” ucapnya lirih.

Makkiyati juga menegaskan keyakinannya bahwa sang anak tidak bersalah atas tuduhan yang disematkan.

“Anak saya bukan pembunuh,” ucapnya sambil menahan tangis.

Lebih jauh, Makkiyati juga meminta Komisi III DPR hingga presiden untuk memberi atensi terhadap proses hukum yang sedang menimpa putranya.

Sebelumnya, ramai di media sosial perihal teka-teki terkait kematian Ni Made Vaniradya Puspa Nitra (19) di Pantai Nipah, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara akhirnya terjawab.

Vani, sapaannya, merupakan seorang mahasiswi Universitas Mataram yang ditemukan tewas mengenaskan, dengan kondisi badan telungkup di tepi pantai Nipah pada Rabu, 27 Agustus 2025, dini hari. 

Sebelumnya diakui sang pacar, Radiet Ardiansyah, mereka berdua menjadi korban penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) di Pantai Nipah saat tengah menikmati senja di Pantai Nipah, Lombok Utara.

Radit sendiri saat itu ditemukan di lokasi berjarak sekitar 200 meter dari penemuan jasad Vani.

Radit menderita luka-luka di sekujur tubuhnya. Dia bahkan mengaku sempat pingsan sebelum ditemukan warga.

Setelah melalui penyelidikan dan penyidikan hampir satu bulan lamanya, polisi akhirnya menetapkan Radit sebagai tersangka kasus pembunuhan Vani.

Menurut polisi Vani bukan korban begal seperti yang diakui Radit.rmol news logo article
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA