Hal itu mengemuka dalam momentum peringatan Hari Kartini yang dirangkaikan dengan halal bihalal bersama Alumni PPNK 224 Lemhannas RI di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu 25 April 2026.
Ketua Umum AWKI, Robertus Rani Lopiga mengatakan, ojol perempuan merupakan sosok tangguh yang memegang peran ganda dalam keluarga dan masyarakat, sehingga perlu mendapat perhatian serius melalui langkah nyata.
“Perempuan Indonesia itu hebat dan kuat. Pengemudi ojol perempuan ini menunjukkan bagaimana mereka selain bekerja, juga mendidik anak," kata Robertus.
Menurutnya, kondisi kerja yang penuh risiko membuat AWKI mendorong hadirnya perlindungan hukum sebagai bentuk keberpihakan terhadap kelompok tersebut.
“Kami rencana akan memberikan bantuan hukum bagi para pengemudi ojek online yang mengalami masalah," kata Robertus.
Selain itu, AWKI juga terus mengajak para ojol perempuan untuk masuk dalam jejaring pembinaan organisasi.
Sekjen AWKI, Peter Julio Tarigan menyebut kegiatan tersebut akan menjadi bagian dari agenda berkelanjutan yang diperluas melalui kolaborasi lintas komunitas.
“Kegiatan ini akan terus dilaksanakan. Ke depan kami akan berkolaborasi tidak hanya dengan PPNK 224, tetapi juga dengan PPNK lain dan komunitas lainnya,” ujar Peter.
Dewan Pembina AWKI, Ahmad Dipo Ditiro Latief menilai keberadaan ojol perempuan sebagai bagian dari kekuatan sosial yang harus dirangkul bersama.
“Para Srikandi ini saudara-saudara kita juga. Kami berkumpul, berbagi, dan saling mengenal. Kalau mereka ada masalah, kami siap membantu,” kata Dipo.
BERITA TERKAIT: