Menurut Yani, dugaan para atlet yang menggunakan jasa PSK tersebut belum dapat dibuktikan kebenarannya.
"Kan diduga, kan diduga, belum tentu prostitusi, yang bilang di prostitusi siapa? Yang bilang itu PSK siapa?" kata Yani, ketika dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Selasa, (21/8).
Yani bahkan menantang orang yang dapat membuktikan wanita tersebut berprofesi sebagai PSK.
"Siapa coba? Ini wanita PSK bukan? Sekarang saya tanya beritanya bahwa itu PSK, apakah sudah diselidiki wanita itu PSK," ujarnya.
Yani justru mengungkapkan, kepulangan empat atlet basket dari kontingen Jepang lantaran tidak disiplin. Pasalnya, saat kejadian seharusnya para atlet berada di dalam Wisma Atlet dan tidak berada dalam lingkungan luar.
"Atlet itu pulang karena tidak disiplin ya. Seharusnya tinggal di Wisma Atlet. (Tapi) Kenapa tinggal di tempat lain, jadi itu dia (alasan) dipulangi, bukan persoalan dengan itu," ungkap Yani.
Untuk meminimalisir kejadian tersebut terulang, tambah Yani, pihaknya terus melakukan razia dan penertiban tempat-tempat hiburan malam di wilayah DKI Jakarta.
[lov]
BERITA TERKAIT: