Prabowo Minta Bonus SEA Games Jadi Bekal Hidup Atlet

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Kamis, 08 Januari 2026, 20:50 WIB
Prabowo Minta Bonus SEA Games Jadi Bekal Hidup Atlet
Presiden Prabowo Subianto (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)
rmol news logo Presiden Prabowo Subianto berpesan agar bonus yang diberikan negara kepada atlet peraih medali SEA Games ke-33 Thailand benar-benar dimanfaatkan sebagai bekal hidup dan tabungan masa depan. 

Pesan itu disampaikan Prabowo pada acara pemberian penghargaan atlet SEA Games 2025 di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026. 

Menurutnya bonus tersebut bukanlah upah, melainkan bentuk penghargaan negara atas pengorbanan dan perjuangan para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa.

“Bukan kita seolah-olah membayar upah. Tidak, ini adalah penghargaan karena untuk mencapai tingkat seperti ini, Saudara korbankan waktumu, tenagamu,” kata Prabowo.

Kepala Negara menitipkan pesan agar bonus yang diterima atlet dikelola secara bijak dan tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak produktif. Bonus itu diharapkan menjadi bekal hidup, baik bagi atlet maupun keluarganya di masa depan.

“Dan kita buktikan, kita memberi tabungan untuk Saudara-Saudara, dipakai untuk hal-hal yang baik. Saya titip kepada Saudara-Saudara, jangan dipakai untuk yang tidak positif. Tabung untuk orang tuamu, untuk dirimu,” kata Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa jalan hidup seorang atlet menuntut komitmen dan pengorbanan besar yang tidak semua orang sanggup menjalaninya. Waktu, tenaga, hingga kesempatan hidup santai harus ditukar dengan latihan keras dan disiplin tinggi demi prestasi.

“Mungkin saudara bisa hidup dengan enak santai, tapi saudara latihan. Saudara berjuang. Ini adalah penghargaan atas keringatmu, atas jerih payahmu menjadi atlet. Itu membutuhkan mental yang khusus,” jelasnya.

Lebih jauh, Prabowo menyoroti pentingnya kekuatan mental bagi atlet yang tampil di level internasional. Ia menilai tidak semua orang memiliki daya juang dan ketangguhan psikologis untuk bertanding membawa nama bangsa.

“Menjadi atlet yang dipilih di kancah internasional itu mentalnya lebih khusus lagi. Orang yang tidak punya semangat tidak mungkin bisa tampil di tingkat internasional,” pungkasnya.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA