Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bandung AKP Dony Eko Wicaksono mengatakan, tim urai ini penting selama arus balik karena pemasangan sejumlah spanduk larangan berhenti di terowongan Nagreg nampak kurang efektif sehingga perlu cara lain.
"Berhenti didalam terowongan ataupun sebelum terowongan itu sangat berbahaya sekali. Karena selain dapat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas (lalin) juga membahayakan bagi para pemudik itu sendiri," ujar Dony, seperti diberitakan
RMOLJabar, Selasa (19/6).
Menurut dia, larangan berhenti sudah dilakukan sejak awal begitu momentum arus mudik. Mulai dari sosialisasi langsung ke pengendara maupun dengan membuat spanduk tepat dijalur lingkar Nagreg.
"Karena posisi terowongan yang dilewati itu berbelok, sehingga pandangan pengguna jalan dari arah barat ke timur agak berkurang, karena tertutup oleh belokan jadi bahaya diam diterowongan," katanya.
Selain rawan kecelakaan, lanjut Dony, melakukan aktifitas seperti berfoto di jalur mudik termasuk di terowongan Nagreg akan membuat kemacetan. Apalagi, saat puncak arus balik pasca Idul Fitri berlangsung.
"Makanya kami akan menempatkan tim urai massa (raimas) di sepanjang jalur lingkar Nagreg. Gunanya memberi himbauan ke pengendara tidak berhenti sembarangan tak terkecuali di terowongan," tandasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: