Apalagi mereka sudah punya pilihan tersendiri.
"Kami anak muda Binjai antigolput karena pilihan hanya dua. Dua itu asyik," teriak mereka usai foto bersama dalam acara buka puasa bersama bertajuk Safari Ramadhan Padjoos Iftar' di Indie Kopi, Jalan Jamin Ginting, Medan, Sabtu petang (2/6) seperti dimuat
RMOLSumut.
Toriq dari Kumbang Senja (Komunitas Abang-abang Senang Jalan) menyatakan akan memilih pemimpin yang punya komitmen terhadap dunia kreatif anak muda.
"Selain di komunitas travelling ini, saya juga aktif di komunitas musik, gitaris. Semoga ke depan kami anak-anak muda Binjai punya banyak wadah untuk bisa berkarya dan menuangkan kreativitas kami," ujar Toriq.
Ia dan rekan-rekannya termasuk sering berkeliling dengan sepeda motor ke daerah-daerah di luar Sumut.
"Kami biasa
ngecamp di hutan-hutan," ujar Toriq yang dikenal suka melucu ini.
Andi Maulana dari Kurma Pati (Kumpulan Remeja Masjid Pancaran Bakti) menyampaikan terima kasih karena ‘Padjoss Iftar’ memberikan ruang berekspresi. Dalam kesempatan itu, Kurma Pati menyanyikan lagu-lagu sholawat dengan alat band akustik.
"Kami biasa ngaji, sharing dan latihan musik," kata Andi yang membawa belasan temannya.
Acara juga diisi tausiyah sebelum berbuka puasa oleh ustad Abdul Rohid. "Pemimpin zaman sekarang adalah pemuda zaman dulu. Pemuda sekarang adalah pemimpin masa depan," ujar ustad Abdul.
"Kalau kita tidak bisa jadi pemimpin, kalian bisa memilih pemimpin yang terbaik," imbuhnya.
Namun, Ustaz Abdul mengingatkan, masa muda juga masa kegilaan dan coba-coba. "Jauhilah narkoba, kemaksiatan dan kebatilan."
[wid]
BERITA TERKAIT: