Satpol PP Disiagakan Cegah 'Perang' Warga

Kembalikan Fungsi Awal Arena CFD

Selasa, 08 Mei 2018, 08:56 WIB
Satpol PP Disiagakan Cegah 'Perang' Warga
Foto/Net
rmol news logo Aktivitas beraroma politik da­lam car free day (CFD) diharap tak terjadi lagi. Hari bebas kendaraan bermotor setiap Minggu di Jalan Sudirman-Tham­rin ini tidak jadi arena dukung mendukung capres dan kegiatan poli­tik praktis lainnya.

Larangan kegiatan politik di area CFD diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 12 Tahun 2016 tentang Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB).

Inisiator CFD dari Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus menyatakan, dia khawatir jika dibiarkan, CFD akan menjadi ajang perang antar-kelompok warga yang berujung civil war.

"Ayo kita konsisten mendukung fungsi awal CFD, rohnya apa waktu dibangun. Jangan dicuekin. Kami enggak mau CDF jadi civil war. Itu sangat mengkhawatirkan," ungkap Alfred kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Kesadaran ini yang paling utama adalah bagi warga. Harusnya warga mengerti bahwa CFD bertujuan mengajak warga Jakarta dan warga di wilayah lain di Indonesia menjalankan pola hidup sehat, mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya, serta memperbaiki ling­kungan dan udara di perkotaan.

Dia khawatir, CFD di daerah lain akan dijadikan kawasan politik praktis jika CFD di Ja­karta dibiarkan menjadi arena perang kolompok kepentingan. Sebab, Jakarta adalah barometer wilayah lain.

Selain kesadaran warga, dia juga meminta polisi dan Satpol PP mengawasi betul pelaksanaan CFD agar tak bergeser dari tujuan awal.

"Petugas harus menindak te­gas siapa pun yang pakai atribut politik di CFD tanpa kecuali. Sikap Pemprov yang netral harus terus dijaga. Semua kelompok kena aturan ini," imbaunya.

Inisiator CFD lainnya, Ari Mochamad mengatakan, mesti­nya kawasan CFD untuk menyo­sialisasikan program-program instansi pemerintah kepada masyarakat.

Dia mengajak instansi-instansi pemerintahan memanfaatkan arena CFD. Sebab CFD adalah wadah promosi yang sangat murah. Buktinya, Pemprov DKI berhasil mensosialisasikan bus Transjakarta saat baru muncul pada 2003.

Secara khusus, dia mengim­bau arena CFD bebas dari kegiatan dukung mendukung Pilpres 2019. "Banyak program-program pemerintah yang bisa disampaikan di car free day," katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Yani Wahyu Purwoko menyatakan, pihaknya sudah menempat­kan imbauan larangan kegiatan politis dihelat di kawasan CFD secara massif. Ini akan dilaku­kannya pada minggu-minggu ke depan dan seterusnya.

"Imbauan melalui banner seperti ini akan kami sampaikan setiap CFD digelar," ujar Yani di Jakarta Pusat.

Setiap kali CFD digelar, Sat­pol PP memasang banner im­bauan tersebut di 12 titik sepa­njang Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat. Pihaknya juga menyediakan ribuan kaus putih polos yang akan diberikan ke­pada warga yang memakai kaus berbau dukungan politik melin­tas di acara CFD.

"Kami juga kerahkan personel. Petugas kami akan per­suasif dan ramah membersihkan arena CFD dari kegiatan politis," ujarnya. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA