"Tidak benar menyimpulkan suatu kegiatan atau program dengan konteks yang tidak utuh dan tanpa data yg lengkap. Kita harus selalu tabayyun ketika menerima informasi di medsos," ujar Ketua MUI yang juga Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Ma'ruf Amin usai mengunjungi Pondok Pesantren An Nawawi Tanara Serang, sebagaimana rilis tertulis yang diterima redaksi, Rabu (24/4)
Dewan Pimpinan MUI telah mengeluarkan pedoman (fatwa) bermuamalah atau bersosialisasi dengan menggunakan media sosial.
"Kebencian dan permusuhan itu malah marak melalui medsos ini. Jadi pengunaan medsos dengan merusak menimbulkan bahaya. Bahaya itu harus dihilangkan maka kami mengeluarkan fatwa bermuamalah medsos. Karena kita tidak mungkin menghindari medsos ini tapi bagaimana menggunakan medsos," jelas kyai Ma’ruf.
Pada kesempatan lain Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro menyatakan kegiatan CSR perusahaan pelat merah harus menjadi langkah apresiasi terhadap keberagaman masyarakat Indonesia, tanpa memandang Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA).
"BUMN juga harus bisa langgeng bersinergi menghasilkan karya terbaik untuk bangsa," pungkasnya.
Sebelumnya, VP Corporate Communication Telkom Arif Prabowo mengatakan bahwa kegiatan CSR perseroan selama ini sudah proporsional sesuai dengan keberagaman masyarakat Indonesia.
[wid]
BERITA TERKAIT: