Turut hadir Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah dalam kegiatan penanaman ini.
Kehadiran bunga Kibut menambah koleksi tanaman langka yang ada di Arboretum Lukito Daryadi. Sudah lebih dari 110an jenis merujuk data koleksi tanaman.
Menteri Siti menyatakan bahwa penanaman bunga kibut ini sebagai rangkaian Hari Bakti Rimbawan 2018. Penanaman bunga langka asal Bengkulu ini sangat penting dan strategis sebagai refleksi komitmen serta upaya melestarikan keanekaragaman jenis tumbuhan maupun satwa Indonesia.
"Hal ini jadi lebih penting lagi dengan tantangan dan masih menguatnya tekanan juga ancaman, yang mengakibatkan terjadinya degradasi. Selain karena berbagai kelemahan dalam upaya pemanfaatan sumber daya alam yang di antara kelalain atau kurang memperhatikan aspek kelestarian," ujar Siti.
Ia pun sependapat dengan peneliti LIPI, Profesor Henny Warsilah, yang menyebut keanekaragaman hayati identik dengan kedaulatan negara.
"Saya kira itu menjadi catatan penting bagi kita bersama," ujarnya.
Lebih lanjut Siti mengatakan, Indonesia memiliki kekayaan alam, keanakeragaman hayati yang sangat tinggi. Bahkan Indonesia mempunyai hamparan jutaan hektar hutan hujan tropis yang menyimpan kenakaraman hayati luar biasa baik tingkat genetik, spesies maupun ekosistem.
"Bunga Kibut dan jenis tumbuhan serta satwa lainnya, merupakan sumber daya genetik Indonesia, yang sangat penting karena memiliki nilai potensial untuk pemanfaatannya di masa depan. Oleh karena itu sumber daya genetik itu harus kita jaga keaslian dan kemurniannya sebagai salah satu modal dasar pembangunan nasional," kata Siti, menekankan.
"Bunga kibut merupakan flora langka, kebanggan daerah dan kebanggaan Indonesia," tambahnya.
Selain menanam bunga Kibut, Menteri Siti juga melakukan pelepasan burung, serta memasang
barcode pada pohon Arboretum Lukito Daryadi.
Sejak tahun 1999, pemerintah menetapkan 294 jenis,yang terdiri dari 236 satwa dan 58 jenis tumbuhan. Penetapan jenis yang dilindungi itu tersebut didasarkan atas kondisi populasi kecil, penyebaran terbatas, dan adanya pengurangan populasi di alam.
[wid]
BERITA TERKAIT: