Wakil Gubernur DKI Jakarta SanÂdiaga Uno mengungkapkan, sekitar 60 ribu unit CCTV akan dipasang di sejumlah wilayah Jakarta.
Sandiaga menilai, pemasangan CCTV dapat mencegah tidak kriminal seperti kasus kekerasan seksual di Jatinegara, Jakarta Timur, pada Senin (12/2) lalu.
"Kita ingin memasang 60 ribu CCTV di seluruh wilayah JaÂkarta, sekarang baru 6 ribu, baru 10 persennya. Salah satunya to make Jakarta safe, jadi bukan cuma smart tapi juga safe," kata Sandiaga di Setiabudi, Jakarta Selatan.
Dikatakan Sandiaga, CCTV akan dipasang daerah yang diÂindikasikan sebagai daerah rawÂan. Seperti di wilayah-wilayah perkampungan.
Seperti diketahui, kasus pelecehan seksual terjadi awal pekan lalu di sebuah gang Jalan Bekasi timur IV, RT 08 RW 08, Cipinang Besar Utara, JatinegaÂra, Jakarta Timur. Seorang wanita berinisial DK (19) didekap pria tak dikenal hingga tersungkur di aspal saat berjalan sendirian. LeÂwat rekaman CCTV yang viral ini, polisi berhasil menangkap pelaku.
Politisi Partai Gerindra ini menjelaskan, pemasangan CCTV itu nantinya akan bekerja sama dengan dunia usaha alias pihak swasta. Dinas Komunikasi InÂformatika dan Statistik (DikomÂinfotik) DKI Jakarta juga sudah menyodorkan beberapa program untuk mencegah tindak kriminal melalui pemantauan CCTV.
"Teman-teman dari KominfoÂtik sudah mengajukan beberapa program karena kita ingin ini kolaborasi bahwa CCTV ini bisa juga kerja sama antara pemprov dengan dunia usaha. Selama ini, ini sudah kerja sama untuk utiliÂtas komunikasi maupun utilitas bisnis digital," katanya.
Kerja sama dengan pihak swasta dilakukan supaya tidak membebani APBD. Akan tetapi, Pemprov harus tetap memiliki akses luas terhadap CCTV yang dipasang oleh pihak swasta. "Agar lima tahun bisa tercapai. Ini juga agar tidak membebani anggaran APBD, tidak membeÂbani juga perawatannya, tetapi kami memiliki akses terhadap datanya," ujar Sandiaga.
Untuk diketahui, pengadaan CCTV di Jakarta adalah program lama yang digencarkan pada masa pemerintahan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Hingga akhir 2016, Ahok berhasil memasang 6.000 kamera CCTV yang dapat meÂdeteksi wajah.
Selain itu, Ahok juga menÂcanangkan agar kamera-kamera yang tersebar ini dapat dikontrol setiap waktu dan terintegrasi dengan layanan panggilan daruÂrat atau Jakarta 112. Ahok bahÂkan sempat berencana membeli bekas Kedutaan Besar Inggris untuk dijadikan pusat "Jakarta Siaga 112" tersebut. ***
BERITA TERKAIT: