Komisioner KPAI Bidang Sosial dan Anak dalam Situasi Darurat Susianah mengatakan, hasil penyelidikan polisi diduga ada unsur kesengajaan dalam kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah pada Sabtu lalu (27/1). Pelaku S yang sudah ditetapkan sebagai sebagai tersangka membakar rumahnya sendiri hingga menyambar rumah-rumah lain di RW 03, Kelurahan Krukut.
"Kelakuan S ini ternyata mengakibatkan banyak anak-anak korban kebakaran memendam dendam. Tentu saja hal ini harus direhabilitasi melalui konselor dan psikososial," jelas Susianah kepada wartawan, Rabu (31/1).
Susianah bersama Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti meninjau lokasi kebakaran dan tenda-tenda pengungsian pada Selasa kemarin (30/1).
Retno menjelaskan, dari 1327 jiwa yang terdampak kebakaran terdapat 126 balita. Anak yang bersekolah diperoleh data sejumlah 209 orang dengan rincian TK sebanyak lima orang, SD (116), SMP (47), dan SMA (41). Ibu hamil sebanyak 12 orang juga harus dipastikan bahwa anak yang dikandungnya mendapatkan pemenuhan kebutuhan untuk tumbuh kembangnya.
Sehingga total anak berjumlah 335, dan yang masih di dalam kandungan 12 jiwa. Terdapat juga satu gedung Sekolah Taman Kanak-kanak yang ikut habis terbakar.
"KPAI berharap pemerintah provinsi bisa membantu mengadakan sekolah darurat untuk jangka pendek. Dan untuk jangka panjang membantu pembangunan kembali TK tersebut demi kelangsungan pendidikan anak-anak terdampak," demikian Retno.
[wah]
BERITA TERKAIT: