Tips Kelola THR Anak untuk Investasi dan Edukasi Maksimal

 OLEH: <a href='https://rmol.id/about/ananda-gabriel-5'>ANANDA GABRIEL</a>
OLEH: ANANDA GABRIEL
  • Jumat, 20 Maret 2026, 13:42 WIB
Tips Kelola THR Anak untuk Investasi dan Edukasi Maksimal
Ilustrasi/Freepik.
rmol news logo Tradisi membagikan "salam tempel" atau Tunjangan Hari Raya (THR) kepada anak-anak saat momen Lebaran adalah salah satu budaya Nusantara yang paling dinanti.

Bagi si kecil, mengumpulkan amplop berisi uang tunai dari kerabat tentu memberikan kebahagiaan tersendiri.

Namun, bagi para orang tua, momen ini sebenarnya membuka sebuah jendela peluang emas.

Alih-alih membiarkan uang tersebut habis seketika untuk membeli mainan atau gadget baru, ini adalah saat yang paling tepat untuk meletakkan fondasi literasi keuangan sejak dini.

Bagaimana cara mengubah tradisi konsumtif menjadi aset produktif? Terapkan tips kelola THR anak melalui langkah-langkah taktis berikut.

1. Praktikkan Metode Three Jars

Jangan melarang anak untuk menikmati uang yang mereka dapatkan, karena hal itu bisa membuat mereka memandang "uang" sebagai sesuatu yang mengekang. Sebaliknya, gunakan metode tiga toples (Three Jars).

Toples 1 - Spending (Belanja): Alokasikan sekitar 20-30% agar anak bisa membeli mainan atau barang yang memang mereka impikan.

Toples 2 - Saving (Menabung/Investasi): Alokasikan porsi terbesar, yakni 50-60%, untuk disimpan dan diputar.

Toples 3 - Giving (Berbagi): Alokasikan 10% untuk disedekahkan atau ditabungkan di panti asuhan, mengajarkan mereka empati sosial.

Metode visual ini adalah fondasi paling dasar dari cara mengajar anak menabung dengan tujuan yang sangat jelas dan terarah.

2. Tentukan Instrumen Investasi untuk Masa Depan Anak

Dana yang masuk ke toples Saving (50-60% tadi) pantang dibiarkan mengendap di rekening biasa yang tergerus biaya administrasi bulanan.

Jadikan dana tersebut sebagai investasi untuk masa depan anak. Anda memiliki tiga opsi instrumen yang ideal:

Tabungan Pendidikan: Sangat cocok untuk rencana jangka pendek hingga menengah (1-3 tahun) dengan risiko sangat rendah, meski imbal hasilnya (return) tidak terlalu signifikan.

Logam Mulia (Emas): Merupakan aset safe haven klasik yang kebal terhadap inflasi. Membeli emas batangan mini (mini gold) bisa menjadi instrumen visual yang menarik untuk ditunjukkan kepada anak, seolah-olah uang mereka berubah menjadi "harta karun" nyata.

Reksa Dana (Pasar Uang atau Saham): Untuk target jangka panjang, seperti persiapan dana kuliah 10-15 tahun ke depan. Reksa dana menawarkan potensi pertumbuhan compound interest (bunga berbunga) yang mampu secara agresif mengalahkan laju inflasi.

3. Libatkan Anak dalam Pengambilan Keputusan

Kesalahan terbesar orang tua adalah menyita uang THR secara sepihak dengan dalih "disimpan Mama agar aman". Praktik ini justru memutus rantai edukasi dan membuat anak merasa tidak dihargai.

Duduklah bersama si kecil sehabis masa perayaan. Hitung total uang yang didapat bersama-sama, lalu diskusikan kemana uang tersebut akan dialokasikan sesuai kesepakatan Three Jars.

Transparansi ini akan menumbuhkan rasa percaya diri, tanggung jawab, dan kepemilikan (sense of ownership) yang kuat atas kondisi keuangan mereka sendiri. rmol news logo article
EDITOR: TIFANI

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA