Anggota Ombudsman RI, Ahmad Suaedy mengaku sangat mengapresiasi keberanian W yang berani membuka kasus asusila yang terjadi di salah satu RS ternama di Jawa Timur itu.
"Saya dalam hal ini memberikan penghargaan kepada W yang berani mengungkap ini," kata dia dalam diskusi bertajuk 'Hospital Tanpa Hospitality' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/1).
Pasalnya menurut Suaedy, banyak korban yang ogah mengungkap kasus itu ke publik karena menganggap hal semacam itu merupakan aib bagi pribadi dan keluarganya.
"Kasus ini tadi saya katakan sebagai pembuka kotak pandora karena beberapa waktu lalu, kasus-kasus pelecehan seks di RS dan tempat kesehatan sulit sekali terungkap," tegasnya.
Bagaimana tidak, lanjut Suaedy, karena keberanian W itu, korban lain pun sudah mulai ikut-ikutan berani muncul dengan melaporkan kasus-kasus pelecehan yang dilakukan oleh para pekerja medis. Apa yang dilakukan W pun juga dinilainya sebagai perwakilan dari korban lain.
"Ternyata setelah dia mengungkap cukup banyak yang merasa terwakili dan kemudian membuka penderitaan mereka selama ini," ujarnya.
Hal itu, lanjut Suaedy, karena pihak RS kurang memberikan bagi pengaduan pasien yang merasa dirugikan oleh pelayanan para pekerja medis.
"Sehingga kita mengimbau agar RS memperlakukan pasien setara, lebih manusiawi dan itu sebagai raja sehingga mereka seperti raja. Misalnya begitu dia datang mendaftar dia dikasih info tentang prosedur, fasilitas dan penting tentang pengaduan," ungkapnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: