"Setahun ke depan perlu memperbaiki data riil produksi beras untuk kebijakan persediaan pada 2019," ujar pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Berly Martawardaya kepada wartawan, Selasa (16/1).
Menurutnya, selama ini ketidakuratan data panen raya domestik telah mempengaruhi persediaan beras di tingkat konsumen. Data yang disajikan Kementan bukan data riil produksi namun berdasarkan data produksi rata-rata.
Berly mengatakan, data yang disajikan Kementan bisa menghambat pemerintah dalam menganalisa jumlah kebutuhan dengan pasokan beras di daerah.
"Apalagi saat ini indikasinya suplai beras menurun, sehingga harga meningkat," katanya.
Ditambahkan Berly, jika asumsi yang digunakan cukup jauh dari kondisi nyata di lapangan maka perkiraan yang dihasilkan akan menjadi bias.
"Hal lain yang harus dilakukan Kementan yakni memetakan jenis bibit padi dan pupuk yang cocok. Serta disesuaikan dengan jenis tanah pada setiap daerah agar hasil produksi beras akan menjadi maksimal," imbuhnya.
[wah]
BERITA TERKAIT: