"IKP di Banten peringkat tiga. Kenapa IKP di Banten tinggi? Itu seperti dua sisi mata uang yang harus kita (Bawaslu) perhatikan," ujar Anggota Bawaslu Banten, Nuryati Solapari, Sabtu (30/9).
Satu sisi, urai Nur, banyak terjadi pelanggaran saat penyelenggaraan pemilu. Sehingga, orang menganggap ini sesuatu yang patut dipertanyakan.
"Tetapi ketika tidak ada pelanggaran, orang akan bertanya apa saja kerja Bawaslu?" tutur dosen Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten itu.
Untuk itu, Nur pun bertekad dapat memperbaiki sejumlah kekurangan dalam penyelenggaraan pemilu di Banten. Salah satu upaya yang akan dilakukan dengan memberikan sosialisas.
"Bisa saja orang melakukan itu enggak tahu kalau itu sebuah pelanggaran. Oleh sebab itu sosialisasi terhadap masyarakat penting untuk dilakukan," terang Nur.
Nur sendiri merupakan salah satu dari 14 anggota Bawaslu keterwakilan perempuan yang baru dilantik, 19 September lalu.
"Oleh sebab itu, harapan ke depan kami (Bawaslu Banten) dapat memberikan warna. Terutama saya perempuan, dapat memberikan warna di antara dua anggota pria di Banten," demikian Nur seperti dilansir dari
Kantor Berita Pemilu. [rus]
BERITA TERKAIT: