"Kami sudah dizalimi oleh KPUD," kata Rum saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (18/1).
Rum yang maju berpasangan dengan Lahmudin Hambali menyebut KPUD Boalemo sudah "masuk angin". Dia mencium gelagat tak beres di balik pembatalan keikutsertaannya di Pilkada.
"Saya tahu persis kondisi mereka (KPUD)," imbuh dia.
Rum tak menyebut apa dan siapa yang sudah membuat KPUD masuk angin. Calon petahana ini hanya memberi sinyal tentang seorang pengusaha yang tak ingin dirinya kembali memimpin Boalemo.
Meski pengusaha tersebut tak lulus SD, sebut dia, namun karena duit yang dimilikinya begitu banyak maka agenda penjegalan pun berjalan seolah sesuai yang dikehendaki. Yakni bagaimana mengalahkan pasangan Paham (Rum Pagau-Lahmudin Hambali) sebelum pemungutan suara di TPS dilaksanakan.
"Dunia sekarang ini kan yang penting duit," katanya.
Rum menegaskan tak akan tinggal diam. Rum bersama tim hukum sudah mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung meminta agar keputusan KPUD yang mencoret kepesertaan dirinya dibatalkan.
"Saya menolak keputusan KPUD dan saya gugat kembali ke MA. Permohonan sudah dimasukan ke MA tanggal 16 Januari, dan sudah diregister oleh MA," jelasnya.
[ald]