Dampak jembatan putus membuat akses jalan menuju Desa Suru Kecamatan Geyer dengan Desa Karangsono terhambat.
"Masyarakat terpaksa harus menempuh jarak sekitar 5 km," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP), Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, hari ini (Minggu, 27/11).
Jembatan runtuh juga terjadi di Kabupaten Batang. Lanjut Sutopo, hujan yang berlangsung selama empat jam di wilayah Kecamatan Bawang pada Jumat (26/11) lalu menyebabkan terputusnya jembatan Kali dan jembatan Kaliputih. Banjir juga membawa material lumpur terjadi di Dukuh Rejosari Desa Pranten.
Jembatan Kaliputih di Sungai Belo Desa Deles panjang 8 meter dan lebar 4 meter runtuh sehingga tidak bisa dilalui oleh masyarakat.
Jembatan tersebut merupakan jembatan desa yang menghubungkan Dukuh Sidomulyo Desa Deles dengan areal sawah/ladang masyarakat. Menurut Sutopo, dari laporan yang diterima BNPB, nilai kerusakan sekitar Rp 500 juta.
Banjir menyebabkan kerusakan saluran pipa air bersih Pamsimas Desa Soka Kec. Bawang dengan kerusakan senilai Rp 30 juta. Kerusakan juga menimpa saluran irigasi Lerek pada bendung di bawah Jembatan Kali Arus, yang mengancam areal sawah seluas 100 hektar di wilayah Desa Pangempon dan Desa Soka Kec. Bawang. Nilai kerusakan sebesar Rp 100 juta.
BPNB mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi banjir, longsor dan puting beliung.
"Ancaman akan meningkat seiring dengan meningkatnya curah hujan," demikian Sutopo.
[wid]
BERITA TERKAIT: