
. Langkah pemerintahan Presiden Joko Widodo menetapkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahja Purnama sebagai tersangka sangat tepat. Selain mengakomodir tuntutan umat Islam yang semakin massif, langkah ini juga dapat berarti Jokowi menunjukkan keinginannya untuk lebih dekat dengan umat Islam.
"Sebab, selama ini Jokowi sudah dipersepsikan terlalu condong sekuler, dan mengabaikan simbol-simbol Islam dalam kehidupan berbangsa," kata Direktur Sabang-Merauke Circle, Syahganda Nainggolan, Rabu (16/11).
Lebih lanjut Syahganda mengingatkan agar Jokowi terus berjuang keras membangun dialog antara kekuatan-kekuatan di masyarakat yang selama ini berkonflik terkait masalah penistaan agama oleh Ahok. Sebab, pertentangan diametral yang sedang berlangsung saat ini sudah memiliki dimensi yag lebih kompleks dan dalam.
Disamping itu, Jokowi sebaiknya perlu merombak jajaran elit internalnya yang selama ini seringkali salah memberikan nasihat politik. Elit tersebut termasuk jabatan menteri maupun jaringan politik informalnya. Khususnya, elit-elit yang anti Islam di sekitarnya.
"Ini untuk memuluskan upaya dialog-dialog kebangsaan ke depan," tukas Syahganda.
[rus]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: