Demikian disampaikan Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW), Edison Siahaan dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Sabtu (12/11).
Padahal masalah kemacetan lalu lintas, kata Edison, merupakan prioritas utama yang harus diatasi. Sebab kemacetan sudah mengganggu aktifitas dan kreatifitas masyarakat, bahkan menimbulkan kerugian materi yang sangat besar akibat pemborosan penggunaan bahan bakar.
Menurutnya, lalu lintas merupakan urat nadi kehidupan sekaligus cermin budaya dan potret modrenitas sebuah bangsa. Sehingga masyarakat yang sejahtera, makmur, pasti berada dalam negara yang pemerintahannya sudah mampu mewujudkan kamseltibcar lalu lintas.
"Sulit mewujudkan kesejahteraan masyarakat, jika pemerintahnya tidak mampu mewujudkan kamseltibcar," tegas Edison.
Dia juga menambahkan, kamseltibcar akan terwujud apabila disertai dengan upaya untuk meningkatkan kesadaran tertib lalu lintas masyarakatnya.
Edison mengingatkan, kamseltibcar sulit terwujud, apabila hanya melakukan pembangunan fisik maupun teknologi lalu lintas. Kecanggihan teknologi lalu lintas menjadi tidak berarti, apabila masyarakatnya belum memahami dan menjadikan ketertiban serta keselamatan lalu lintas sebagai kebutuhan yang wajib dilaksanakan.
ITW meragukan kepedulian, pemahaman dan kemampuan maupun kompentensi para pasangan cagub DKI untuk bisa mewujudkan kamseltibcar.
Artinya, kata Edison, beberapa tahun ke depan kondisi lalu lintas dan angkutan transportasi umum di ibukota masih tetap menjadi permasalahan serius. Karena pasangan cagub terpilih, akan melakukan upaya yang serupa dengan pemerintahan sebelumnya. Yaitu upaya-upaya yang sarat dengan proyek. Seperti pembangunan ruas tol dalam kota, ERP dan berbagai kebijakan sebagai upaya menarik restribusi dari masyarakat.
Sejatinya, Edison menjelaskan, dalam kondisi lalu lintas yang sudah pada posisi gawat darurat, pemerintah harus melakukan tindakan revolusioner, seperti moratorium penjualan kendaraan baru dalam jangka waktu tertentu. Serta menata kembali persyaratan kepemilikan kendaraan dan melakukan rekayasa lalu lintas yang secara signifikan bisa mengurai kemacetan.
Terakhir Edison berharap, masyarakat ibukota lebih cerdas memilih pemimpin yang memiliki kemampuan dan keberanian untuk mengatasi kemacetan agar tidak menjadi momok menakutkan. Sebaiknya, masyarakat memilih pasangan calon yang bersedia menandatangani pernyataan akan mewujudkan kamseltibcar lalu lintas.
Pilkada DKI Jakarta 2017 diikuti tiga pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur. Tiga cagub dan cawagub itu adalah, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni (nomor urut 1), Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (nomor urut 2), dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (nomor urut 3).
[rus]
BERITA TERKAIT: