Meski jadwal pendaftaran bakal calon masih dibuka hingga hari ini (Selasa, 28/7) namun jika dilihat dari persentase jumlah kursi pendukung, maka tidak ada lagi pasangan yang memenuhi syarat dukungan, selain Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution dan Ramadhan Pohan-Eddi Kusuma.
Dzulmi Eldin-Akhyar diusung oleh PDI Perjuangan, Golkar, PAN, NasDem, PKS, PBB, dan PKPI dengan total 30 kursi atau 60 persen kursi di DPRD Kota Medan. Sedangkan pasangan Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma diusung oleh Demokrat, Gerindra dan Hanura dengan total 15 kursi. Sementara 5 kursi milik PPP tidak jelas, mengingat KPU menganulir dukungan mereka akibat tidak adanya pernyataan mendukung satu pasangan.
Menariknya, dari empat nama yang maju tersebut, tiga diantaranya merupakan politisi yang belum beruntung saat bertarung di Pileg 2014. Yakni Akhyar Nasution, Ramadhan Pohan dan Eddi Kusuma.
Akhyar Nasution menjadi caleg DPRD Sumut nomor urut 1 dari PDI Perjuangan pada daerah pemilihan Sumut 7 yang meliputi Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Tapanuli Selatan, Padang Sidimpuan dan Mandailing Natal. Sedangkan Ramadhan Pohan menjadi caleg Demokrat untuk DPR RI dari dapil Sumut I meliputi Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi. Lalu, Eddie Kusuma merupakan caleg Gerindra untuk DPR RI dari dapil DKI Jakarta III yang meliputi Jakarta Utara, Jakarta Barat, Kepulauan Seribu.
Sebelumnya, pengamat politik dari Universitas Sumatera Uatara (USU) Agus Suryadi memprediksi sosok-sosok yang maju ini akan membuat penyelenggaraan Pilkada Medan 2015 menjadi pilkada paling tidak menarik sepanjang sejarah. Ia beralasan nama-nama yang muncul tidak mampu mencuri perhatian masyarakat di Kota Medan.
"Kita berharap ada pasangan calon lain, tapi kalau hanya dua pasangan ini saja yang resmi maju. Saya katakan inilah sejarahnya Pilkada Medan paling tidak menarik," katanya seperti dilansir dari
MedanBaus.com.
[rus]
BERITA TERKAIT: