Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

DPD: IDI Tolak Jadi Eksekutor, Masih Ada Dokter Polisi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 17 Juni 2016, 20:56 WIB
RMOL. Langkah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menolak menjadi eksekutor predator alias pelaku kejahatan seksual terhadap anak-anak, jangan dijadikan alasan bagi pemerintah untuk tidak mengkebiri para pelaku.

Begitu dikatakan anggota DPD Dailami Firdaus disela acara Sosialisasi Empat Pilar Wakil Ketua MPRAN Mahyudin di Pesantren Khusus Yatim As-Syafi'iyah di Jati Waringin, Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (17/6).

"Saya dukung Kebiri. Kalau pun IDI menolak menjadi eksekutor, masih ada dokter polisi. Kebiri jalan terus," kata pemimpin pesantren As-syafi'iyah.

Dailami menegaskan, harus ada sanksi keras kepada predator dan hukuman kebiri agar bisa membuat efek jera.

Apalagi, saat ini Indonesia lagi dihantui oleh para pelaku kejahatan seksual‎ terhadap anak.  Selain itu, tingkat kejahatan predator tersebut sudah masuk kategori darurat.

Terkait besarnya biaya kebiri yang ditanggung negara, Dailami malah merasa sebaliknya. Menurut dia, biaya untuk sekali kebiri predator tidak mahal.

"‎Kan bahan kimiawi. Biayanya tidak besar. Sekali suntik anggarannya maksimal Rp 1 juta," demikian Dailami. [sam]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA