Kegiatan tersebut menyasar sekitar 1.000 penerima manfaat dari berbagai kalangan, mulai dari anak yatim, guru ngaji, ustazah, guru sekolah dan madrasah, hingga jamaah majelis taklim dan kelompok rentan.
Ketua Umum Pengurus Pusat BKMT Nasional, Syifa Fauzia mengatakan, pasar gratis sejatinya merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap pekan dalam skala terbatas. Biasanya, jemaah pengajian menerima kupon untuk berbelanja kebutuhan pokok tanpa dipungut biaya.
"Setiap minggu biasanya hanya untuk 50 sampai 100 jemaah pengajian. Namun pada milad ke-45 ini, kami ingin memperluas manfaatnya hingga seribu orang," kata Syifa kepada wartawan.
Ia merinci, penerima manfaat pada kegiatan tersebut meliputi 250 anak yatim, 100 ustazah dan guru ngaji, serta guru sekolah dan madrasah. Selain itu, pasar gratis juga diperuntukkan bagi jamaah majelis taklim, pengemudi ojek daring perempuan, serta penyandang tunanetra.
Syifa menambahkan, pendanaan kegiatan berasal dari partisipasi internal anggota BKMT dan dukungan para donatur. Bantuan diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari donasi dana hingga pengiriman bahan kebutuhan pokok dari sejumlah daerah.
"Anggarannya berasal dari ibu-ibu BKMT yang saling berbagi. Ada yang berdonasi barang, ada yang transfer dana. Alhamdulillah semuanya ikut berpartisipasi," kata Syifa.
Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyah (YAPTA), Dailami Firdaus menilai, BKMT semakin kokoh dan relevan dalam menjawab tantangan zaman di usia ke-45 tahun.
"BKMT semakin inklusif dan terus menjadi mitra strategis umat dan bangsa dalam membangun masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan berkeadilan sosial," kata Dailami.
BERITA TERKAIT: