Kos-kosan milik Laksmi terdiri dari lima pintu. Berderet memanjang ke belakang. Kata "kontak" tertulis pada tembok samping kos paling depan.
"Itu (ditulis dengan) darah," kata Aminah, salah satu penghuni kos, Rabu (21/11).
Terpasang garis polisi di depan pintu kos. Di dalam kosan itu Abdullah Fithri Setyawan alias Dufi dibunuh sebelum jasadnya dimasukkan dalam tong plastik dan dibuang di pinggir jalan di kawasan industri Klapanunggal, Bogor, Minggu pagi (18/11).
Nyawa Dufi dihabisi sehari sebelumnya. Polisi telah menangkap dan menetapkan M. Nurhadi bersama istrinya, Sari, sebagai tersangka.
"Saya tahu (ada tulisan di tembok itu) hari Minggu (pagi), pas keluar kos," tutur Aminah.
[dem]