Hasil pra rekonstruksi didapati alasan mendasar tersangka Haris Simamora tega menghabisi nyawa kerabatnya tersebut.
"Pada saat pelaku dan korban mengobrol di ruang tamu sambil menonton televisi mendengar kata-kata yang tidak enak," kata Kanit Resmob Polda Metro Jaya Kompol Malvino saat pra rekonstruksi di Aula Mapolda Metro Jaya, Senin (19/11).
Pada saat mengobrol di ruang tamu, korban Daperum Nainggolan dan istrinya Maya Ambarita menanyakan kepada Haris apakah ingin bermalam.
"Nginep apa tidak kamu, kalau nginap tidak enak sama abang kita Douglas," ujar Malvino menirukan keterangan Haris.
"Terserah mau menginap atau tidak karena kami di sini hanya menumpang," timpal Maya.
Kemudian, Daperum mengatakan kepada istrinya jika Haris menginap maka kakaknya Douglas Nainggolan tidak suka. Dengan bahasa Batak, Daperum pun mengumpat Haris.
"Dengan memakai bahasa Batak intinya dia mengatakan kamu tidur saja di belakang, kayak sampah kamu," terang Malvino menirukan ucapan Daperum yang dijelaskan Haris.
Ucapan itu membuat sakit hati Haris kepada Daperum dan Maya sehingga memikirkan untuk menghabisi nyawa mereka. Haris pun teringat dengan perkakas linggis yang disimpan di dapur.
"Tersangka ambil linggis di dapur kemudian langsung memukul kepala Daperum tiga kali hingga pingsan kemudian memukul Maya Ambarita satu kali," jelas Malvino.
Tersangka Haris sempat duduk di sofa lalu kemudian kembali memukul kepala Daperum dan Maya dua kali kemudian menusuk leher mereka tiga kali hingga mengeluarkan banyak darah.
Pra rekonstruksi yang digelar hanya 35 dari 57 adegan. Dimulai dari Haris diundang oleh keluarga Daperum ke rumahnya sampai meninggalkan tempat kejadian.
[wah]