Data Polres Jakbar mencatat setidaknya 51 kawasan pemukiman rawan pencurian rumah kosong dengan titik terbanyak di wilayah Kalideres sebanyak 17 kelurahan. Sementara kejahatan pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor tersebar di 83 titik rawan dengan jumlah terbanyak di wilayah Cengkareng dan Tambora.
Adapun, angka kejahatan selama operasi ketupat yang digelar pada 7-24 Juni di wilayah Jakbar sebanyak 104 kasus. Menurun dari tahun sebelumnya yang sebanyak 124 kasus.
"Angka kejahatan di wilayah Jakarta Barat menggambarkan tren penurunan hingga 16 persen. Ini membuktikan kinerja positif aparat kepolisian, khususnya Polres Jakarta Barat untuk membuat masyarakat tetap merasa aman," jelas anggota Komisi III Ahmad Sahroni kepada wartawan, Senin (25/6).
Dia menekankan, pencurian rumah kosong merupakan salah satu jenis kriminalitas yang menjadi momok menakutkan bagi para pemudik. Karenanya, Sahroni mengapresiasi pembentukan Satgas Rumah Kosong oleh Polres Jakbar sebagai upaya memberikan kepastian keamanan hunian yang ditinggalkan pemudik.
"Dibentuknya Satgas Rumah Kosong juga membuat masyarakat di Jakarta Barat tetap tenang meninggalkan hunian mereka ketika mudik ke kampung halaman. Saya mengapresiasi dibentuknya Satgas Rumsong oleh Polres Jakarta Barat," paparnya.
Politisi Partai Nasdem itu pun mendukung aksi tegas polisi terhadap residivis untuk memberi efek jera. Terlebih terhadap penjahat yang mengancam keselamatan anggota kepolisian ataupun warga, tindakan tegas berupa penembakan harus dilakukan.
"Tindakan tegas dan terukur penting diberikan kepada penjahat kambuhan, apalagi bila mereka melakukan perlawanan. Saya dukung penembakan terhadap penjahat yang mengancam keselamatan terhadap anggota yang bermaksud melakukan penangkapan dan masyarakat sekitarnya," tegas Sahroni.
[wah]
BERITA TERKAIT: