Hal tersebut Aziz sampaikan, usai diperiksa oleh penyidik KPK sebagai saksi terkait dugaan kasus korupsi pengadaan KTP-el yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun.
Ia mengakui hal tersebut meski tidak mengetahui lebih dalam apa jabatan yang dipangku Irvanto, yang juga keponakan mantan Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto saat itu.
"Pak Irvanto kan pengurus Partai Golkar. Waduh saya enggak hafal jabatannya apa. Saya engga hafal," ujarnya di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (6/6).
Anggota Komisi III DPR ini menambahkan, kedatangannya ke KPK tak lain adalah sebagai bentuk penghormatan kepada lembaga anti rasuah tersebut.
"Saya datang untuk menghormati panggilan KPK dan semuanya apa yang ditanyakan sudah saya sampaikan," tukasnya.
Ini merupakan penjadwalan ulang pemeriksaan terhadap politisi Golkar itu, karena pada panggilan sebelumnya Aziz tidak dapat hadir dengan alasan mempunyai kegiatan partai di Lampung.
[fiq]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: