Dari Pala Jadi Peluang, BRI Peduli Perkuat Usaha KWT Bogor Lewat Program AURA

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Kamis, 09 Juli 2026, 21:50 WIB
Dari Pala Jadi Peluang, BRI Peduli Perkuat Usaha KWT Bogor Lewat Program AURA
(Foto: Dok. BRI)
rmol news logo BRI Peduli melalui Program Aspire to Uplift, Revive, and Achieve (AURA) terus memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan. 

Salah satu penerima manfaatnya adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Bina Tani Mysari Pala di Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan, yang berhasil meningkatkan kapasitas usaha olahan pala melalui pendampingan, pelatihan, dan bantuan peralatan produksi.

KWT Bina Tani Mysari Pala berdiri sejak 2015 sebagai wadah bagi para perempuan setempat untuk mengembangkan potensi pala menjadi produk bernilai tambah. Berawal dari penjualan pala segar, kelompok ini kini memproduksi beragam olahan seperti manisan, sirup, dan permen pala.

Namun, dalam perjalanannya, kelompok menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan alat produksi hingga pemasaran yang masih terbatas. Seluruh proses produksi sebelumnya masih dilakukan secara manual menggunakan peralatan sederhana.

"Saat itu kelompok kami memiliki keterbatasan dalam hal pemasaran. Selain itu, proses pengolahan produk masih dilakukan secara sederhana menggunakan alat-alat tradisional," ujar Ketua KWT Bina Tani Mysari Pala, Nurhasanah.

Melalui Program AURA, BRI Peduli memberikan pendampingan yang mencakup pengembangan kapasitas sumber daya manusia, inovasi produk, hingga strategi pemasaran. Selain itu, kelompok juga memperoleh bantuan alat pengupas pala, alat pengiris pala, dan mesin sealer untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Nurhasanah mengatakan pelatihan yang diberikan turut membantu kelompok mengembangkan produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

"Setelah mengikuti Program AURA BRI, kelompok kami mendapatkan banyak pelatihan, mulai dari peningkatan kapasitas SDM hingga inovasi produk, sehingga produk kami dapat dinikmati oleh lebih banyak konsumen. Alhamdulillah, saat ini pemasaran kami sudah cukup berkembang. Namun, kami masih membutuhkan dukungan agar pemasaran produk dapat terus ditingkatkan ke depannya," tuturnya.

Bantuan peralatan tersebut juga memangkas waktu produksi. Proses pengupasan pala yang sebelumnya memakan waktu sekitar lima jam kini dapat diselesaikan dalam dua jam. Begitu pula proses pengirisan yang semula membutuhkan enam jam kini hanya memerlukan sekitar dua jam, sementara proses pengemasan menjadi lebih cepat dan rapi berkat penggunaan mesin sealer.

"Untuk pengemasan juga jauh lebih cepat karena sudah menggunakan alat sealer. Hasil kemasannya lebih rapi, lebih kokoh, dan pekerjaan kami jadi jauh lebih ringan," imbuhnya.

Menurut Nurhasanah, Program AURA tidak hanya menghadirkan bantuan peralatan, tetapi juga menjadi motivasi bagi para anggota untuk terus mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.

Terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan Program AURA merupakan inisiatif BRI Peduli yang berfokus pada pemberdayaan kelompok usaha perempuan melalui peningkatan kapasitas usaha, keterampilan, dan kewirausahaan.

“Kisah KWT Bina Tani Mysari Pala di Bogor menunjukkan bahwa Program AURA BRI Peduli mampu memberikan manfaat nyata bagi kelompok usaha perempuan untuk terus berinovasi, meningkatkan kapasitas usaha, dan berkembang secara berkelanjutan. Kami berharap program ini dapat terus mendorong lahirnya lebih banyak perempuan tangguh yang mampu menggerakkan ekonomi keluarga dan masyarakat," ujar Dhanny.

Sejak diluncurkan pada 2021, Program AURA telah memberdayakan 30 kelompok usaha perempuan di berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari komitmen BRI Peduli dalam memperkuat pemberdayaan perempuan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA