"Perkembangan mata kiri mengalami tekanan mata tinggi mencapai 30 mmHG, di atas batas normal (10-21 mmHG)," ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah saat konferensi pers di kantornya, Jumat (12/5).
Selaput kornea pada mata kiri Novel tidak mengalami pertumbuhan. Hanya mata sebelah kanan yang sudah bisa membaca huruf-huruf kecil. Walaupun belum bisa berfungsi seperti mata normal.
"Perkembangan mata kiri mengalami stagnan. Tetapi mata kanan sudah lebih baik. Walaupun tidak seperti mata normal," imbuh Febri.
Novel Baswedan disiram dengan air keras oleh orang tak dikenal pada Selasa, 11 April 2017 lalu, usai melaksanakan sholat subuh. Hingga kini pihak kepolisian belum bisa menangkap pelaku penyerangan.
Pada Rabu (10/5) kemarin polisi sempat memeriksa orang berinisial AL yang diduga sebagai pelaku penyerangan. Namun polisi tidak menahan AL karena dianggap tidak cukup bukti.
Sejak peristiwa penyiraman Novel, polisi sudah mengamankan total tiga orang yang dicurigai sebagai pelaku. Namun, dari ketiganya, belum ada yang mengarah sebagai pelaku.
[sam]
BERITA TERKAIT: