Ruang kerja Dewi, disegel dari luar dengan cara memberi garis batas KPK berwarna merah di gagang pintunya yang ditempel ke tembok. Sehingga, ruangan itu tidak bisa dimasuki siapapun dari luar sejak siang tadi.
"Kita hanya lakukan penyegelan, dan kita minta dua orang Pamdal untuk menjaga ini," ujar seorang petugas KPK bernama Ahmad Imam Rifai.
Terpisah, anggota Fraksi Hanura Syarifuddin Sudding mengatakan bahwa pihaknya menghormati proses hukum yang dilakukan KPK.
"Saya kira kita hargai proses hukum yang dilakukan KPK. Kita berikan akses untuk itu semua, termasuk memberikan KPK
line ini," jelas ketua DPP Hanura yang ruang kerjanya berseberangan dua pintu dari tempat Dewi berkantor.
Kemarin, KPK melakukan penangkapan dalam operasi tangkap tangan di Jakarta, terkait dugaan suap pembangunan PLTU di Sulawesi Selatan.
KPK mengamankan tujuh orang dari penangkapan itu. Salah seorang yang disebut-sebut turut ditangkap adalah Dewi Yasin Limpo. KPK mengantongi bukti uang suap sekitar Rp 1,5 miliar dari penangkapan ini. Uang diterima adik Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo tersebut dalam bentuk dolar AS dan Singapura.
[wid]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: