"Bapak memaksa salah seorang dekan di UGM, untuk menerima pak Wiranto sebagai mahasiswa S3 UGM? Ya, dalam tanda kutip ya, mempromosikan, kira-kira motifnya apa?," tanya pansel calon hakim konstitusi, Refly Harun kepada Aidul Fitriaciada dalam tes wawancara tahap kedua di ruang serbaguna Gedung III Kementerian Sekretaris Negara (Kemensetneg), Jakarta Pusat, Selasa (30/12)
Aidul Fitriaciada pun membantah pernah memaksa salah seorang dekan di UGM, untuk menerima Wiranto sebagai mahasiswa S3 UGM.
"Jadi begini, saya sudah lama meminta beliau (Wiranto) untuk kuliah," ujar Aidul menjawab.
Karena itu, menurut dia, penting juga bagi Wiranto sebagai tokoh politik. Dia juga mengaku dekat juga dengan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tanjung.
"Di UGM pilihan pertama. Bukan memaksa, tapi hanya mengkomunikasikan. Di situ ada tim, saya tahu persislah bagaimana mekanisme di dalam perguruan tinggi, tidak mungkin saya memaksa," tambah Aidul.
Kemudian, Refly pun menanyakan dalam kapasitas apa Aidul berkomunikasi dengan UGM.
"Dalam kapasitas sahabat saja. Saya memang sahabat pak Wiranto, dan mengkomunikasikan dengan pak Pratikno (mantan Dekan UGM yang kini menjadi Mensesneg), hanya disitu, tak ada yang lain," kata Aidul.
Lalu, Refly pun bertanya, selama delapan tahun bekerja di Institute for Democracy Education (IDE) Indonesia, apa saja yang telah dilakukan oleh Aidul.
"Dan yang saya tahu juga, kami tahu, itu institut yang dibangun oleh pak Wiranto sendiri," kata Refly Harun.
Aidul pun mengakui bahwa IDE Indonesia dibangun oleh Wiranto. Dia menjelaskan, ada beberapa tokoh lain di dalam institut tersebut.
"Kita bersama-sama membangun suatu lembaga yang kemudian mengakomodasi beberapa kawan-kawan, beberapa aktivitas tentu saja diskusi, kemudian ada buku yang dihasilkan, ada pemikiran-pemikiran juga," jelas Aidul.
Selain itu, kata dia, melakukan kajian-kajian politik dan pertahanan. "Memang difasilitasi oleh pak Wiranto," ungkapnya.
Selain itu, Refly pun kembali mengonfirmasi masih seputar hubungan Aidul dengan Wiranto.
"Ada juga informasi ke kami bahwa pak Aidul masih sebagai Dewan Pakar Partai Hanura?" Tanya Refly kepada Aidul.
Aidul pun membantah. "Sama sekali enggak?" Tanya Refly kembali.
"Saya pernah ditawari memang, tapi saya sudah bilang tidak bersedia, karena saya PNS, tidak mungkin aktif di politik," bantah Aidul.
[wid]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: