
Kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan diyakini masih merebak di berbagai tempat dengan modus yang lebih kompleks. Data kekerasan seksual yang terkuak belakangan ini baru yang terlihat.
Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Indonesia (PB HMI), Arif Rosyid Hasan mengatakan, diperlukan komitmen pemerintah dan penegak hukum dalam regulasi dan vonis yang membuat jera pelaku.
Di sisi lain menurut dia, lemahnya kontrol keluarga atas anak dan lingkungannya menjadi salah satu sebab, disamping komitmen lembaga-institusi negara membuat sistem untuk melindungi dan membuat anak nyaman tumbuh, berkembang dan belajar.
"Penegakan hukum untuk memunculkan efek jera masih menjadi persoalan di Indonesia, berbeda dari penegakan hukum di beberapa negara yang konsisten membuat pelaku jera," tandasnya.
[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: