Atut keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 21.50 WIB tadi. Dia didampingi sejumlah staf dan ajudannya. Tak ada kata yang terlontar dari mulut Atut. Dia hanya tersenyum, sebelum akhirnya turun dari tangga lobby utama kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta.
Berbagai macam pertanyaan dilontarkan awak media. Mulai dari berapa pertanyaan dan apa saja keterangan yang dia sampaikan ke penyidik; apakah dia yang memerintah kan adiknya, Tubagus Chaeri Wardana memberikan suap Rp 1 milliar ke Akil Mochtar; sampai kepada kesiapannya menjadi tersangka. Tapi, semua pertanyaan itu sama sekali tak di gubrisnya. Atut cuek, sambil terus berjalan.
Wanita yang mengenakan terusan batik dan celana bahan warna gelap itu, terus berjalan dan berusaha menembus barikade wartawan. Meski sempat terhambat, Atut dengan dibantu pihak kepolisian dan petugas satpam KPK akhirnya berhasil memasuki mobil pribadinya.
"Terima kasih ya," begitu kata Atut sebelum masuk mobil Mistsubishi Pajero Sport bernopol B 22 AHH.
Atut sendiri hari ini (Jumat, 11/10) diperiksa sebagai saksi dari salah seorang tersangka di kasus ini, Susi Tur Andayani. Dia disangkakan bersama Wawan, terkait suap Rp1 miliar buat Akil Mochtar. Susi sendiri diketahui pernah magang sebagai pengacara di kantor Akil Mochtar. Namun kemudian, Susi keluar dan menjadi pengacara di lingkungan hukum Lampung.
Dugaan keterlibatan Atut sendiri sempat menyeruak pascapenangkapan Wawan. Sebab, duit suap yang diberikan Wawan diduga berasal dari Atut. Namun, belum ada konfirmasi soal hal tersebut. Adapun Atut saat ini statusnya masih saksi yang belum lama ini dicegah bepergian keluar negeri oleh KPK.
[dem]
BERITA TERKAIT: