PARFI '56 Gelar Orkestrasi Kebangsaan ‘Meradjoet Sendja’ untuk Pejuang Budaya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Kamis, 27 Agustus 2026, 21:25 WIB
PARFI '56 Gelar Orkestrasi Kebangsaan ‘Meradjoet Sendja’ untuk Pejuang Budaya
Pertunjukan 'Meradjoet Sendja'. (Foto: Dokumentasi PARFI '56)
Kecil Besar
rmol news logo Pertunjukan Persembahan Cinta untuk Republik menjadi puncak program Bakti Seniman Nusantara, sebuah kolaborasi antara PARFI ’56, Keana Production, dan Dompet Dhuafa yang memadukan seni pertunjukan dengan semangat kepedulian sosial.
HUT RMOL news

Acara tersebut dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026. 

Pertunjukan ini menghadirkan sebuah orkestrasi kebangsaan yang mengangkat kembali sejarah proklamasi kemerdekaan Indonesia melalui bahasa seni. 

Kisah perjuangan menuju lahirnya Republik dikemas dalam pertunjukan yang tidak hanya mengandalkan narasi sejarah, tetapi juga menghadirkan pengalaman emosional bagi penonton.

Di bawah arahan sutradara Olivia Zalianty, 'Meradjoet Sendja' dibangun melalui empat babak naratif. Masing-masing babak menjadi bagian dari perjalanan cerita yang membawa penonton menyusuri suasana dan dinamika menjelang lahirnya proklamasi kemerdekaan Indonesia.

"Pemikiran para tokoh pendiri bangsa sebagai proyek pembebasan dengan berbagai macam pikiran mereka bisa bersama-sama untuk merebut kemerdekaan itu, jadi saya rasa sangat pantas kita memberikan karpet merah untuk para pendiri bangsa," ungkap Olivia dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026.

Penggunaan pendekatan teatrikal dan orkestrasi kebangsaan membuat peristiwa sejarah tersebut dihadirkan dalam format yang lebih dekat dengan penonton masa kini. Seni menjadi medium untuk mengingat kembali nilai perjuangan, pengorbanan, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air.

Pementasan di Gedung Kesenian Jakarta sekaligus menjadi momentum penting dalam rangkaian Bakti Seniman Nusantara. Program ini menunjukkan bahwa panggung kesenian tidak hanya dapat menjadi ruang ekspresi dan hiburan, tetapi juga dapat digunakan untuk membangun solidaritas serta kepedulian terhadap sesama.

Yang membuat pertunjukan ini memiliki dimensi sosial yang kuat adalah komitmen untuk mendonasikan seluruh hasil penjualan tiket. Dana tersebut diperuntukkan bagi seniman senior serta kaum dhuafa yang membutuhkan dukungan.

"Kegiatan utama acara ini adalah sosial fund bakti Parfi untuk pejuang budaya, dan hasil nya akan disumbangkan, Orchestra Merajoet Sendja merupakan dialog reflektif para pendiri bangsa, agar lebih mencintai satu sama lain bahwa Ingatan kolektif pejuang masa lalu diteruskan oleh generasi kita saat ini," ucap Marcella.

Kolaborasi PARFI ’56, Keana Production, dan Dompet Dhuafa pun mempertemukan tiga kekuatan dalam satu panggung, seni, produksi pertunjukan, dan filantropi. Melalui Meradjoet Sendja, sejarah kebangsaan tidak berhenti sebagai cerita masa lalu, tetapi diterjemahkan menjadi gerakan kepedulian yang dapat dirasakan secara langsung.

Pada akhirnya, Meradjoet Sendja Persembahan Cinta untuk Republik bukan sekadar pertunjukan tentang proklamasi. 

Pementasan ini menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan dapat terus dirawat melalui karya seni dan kepedulian sosial, sekaligus menjadi bentuk penghormatan kepada para seniman yang telah turut mewarnai perjalanan kebudayaan Indonesia. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA