Pendekatan ini dipilih sebagai bagian dari pengembangan karya, dari sekadar lagu menjadi cerita visual yang lebih kuat.
Penyanyi Ifan Seventeen mengatakan, konsep tersebut menjadi pengalaman baru sepanjang kariernya di industri musik.
Ia menyebut belum pernah mendapatkan perlakuan produksi video klip dengan pendekatan seperti ini sebelumnya.
“Belum pernah saya dibuatkan treatment, video klip sampai pakai gala premiere. Belum lagi dibuat dengan konsep short movie,” ujar Ifan dalam acara peluncuran di Jakarta, Jumat, 10 April 2026.
Menurut dia, konsep tersebut merupakan bagian dari rencana besar pengembangan karya yang telah disiapkan sejak awal. Lagu “Jangan Paksa Rindu” bahkan diproyeksikan untuk berkembang menjadi karya visual yang lebih luas ke depan.
“Ini bagian dari roadmap. Dari awal sudah ada keyakinan kalau lagu ini bisa berkembang, bahkan sampai ke film,” katanya.
Sementara itu, pihak label menjelaskan bahwa keputusan mengangkat video klip menjadi short movie didasari keyakinan terhadap potensi lagu tersebut. Konsep ini dipilih agar karya tidak berhenti sebagai musik semata.
Sutradara video klip Jastis Arimba menambahkan, pendekatan sinematik dipilih karena kekuatan cerita dalam lagu dinilai cukup kuat untuk divisualisasikan secara naratif.
Ia menyebut proses penggarapan menjadi tantangan tersendiri, terutama karena lagu tersebut sudah lebih dulu populer di publik.
“Lagunya sudah besar duluan, itu jadi tantangan. Tapi justru dari situ kita coba kuatkan lewat visual storytelling,” kata Justis.
Dengan konsep short movie ini, tim produksi berharap video klip dapat memperluas jangkauan lagu sekaligus memperkuat daya tariknya di industri kreatif, khususnya di persilangan antara musik dan film.
BERITA TERKAIT: