Keputusan tersebut diambil dalam rapat kedua Komisi Militer Pusat Partai Pekerja Korea (WPK) ke-9 yang dipimpin Kim Jong Un sehari sebelumnya.
Kantor berita pemerintah
KCNA, Minggu, 30 Agustus 2026, menyebut Kim Song-gi yang sebelumnya menjabat Direktur Biro Politik Umum Tentara Rakyat Korea ditunjuk menggantikan No Kwang Chol.
"Kim Song Gi, direktur Biro Politik Umum Tentara Rakyat Korea Utara, diangkat sebagai menteri pertahanan baru negara itu, menggantikan No Kwang Chol," ungkap laporan tersebut.
No Kwang Chol yang dicopot dari jabatan Menteri Pertahanan sekaligus dari jajaran pimpinan pusat partai, kemudian ditunjuk sebagai Wakil Direktur Pertama Departemen Industri Munisi WPK.
Dalam perombakan terbaru itu, pejabat militer senior Pak Jong Chon juga kembali ke jajaran terdepan kepemimpinan militer Korea Utara.
Dia ditunjuk sebagai Wakil Ketua Komisi Militer Pusat WPK setelah terpilih kembali sebagai anggota Komite Sentral dan Politbiro partai.
Jabatan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat merupakan posisi strategis yang mengawasi kebijakan militer Korea Utara, sementara lembaga tersebut dipimpin langsung oleh Kim Jong-un.
KCNA menyebut rapat kedua Komisi Militer Pusat Partai Buruh Korea (WPK) ke-9 itu membahas serangkaian rencana reorganisasi struktural untuk peningkatan dan pengembangan urusan pertahanan secara keseluruhan di masa depan.
Di sisi lain, Kim Jong Un bertemu dengan para ilmuwan, peneliti, dan pejabat dari sejumlah lembaga riset pertahanan serta memberikan penghargaan negara atas kontribusi mereka dalam mengembangkan sistem persenjataan tempur baru.
BERITA TERKAIT: