Bencana yang diperparah gelombang panas berkepanjangan itu telah memaksa lebih dari 325 ribu orang meninggalkan rumah mereka, menjadikannya salah satu krisis kebakaran hutan terbesar yang pernah dialami kedua negara.
Di Prancis, titik api yang berpusat di wilayah Gironde disebut sebagai salah satu kebakaran terbesar sejak Perang Dunia II.
Federasi Nasional Pemadam Kebakaran Prancis (FNSPF) bahkan melaporkan munculnya fenomena langka pyrocumulonimbus, yakni awan api raksasa yang mampu menciptakan angin sendiri sekaligus memicu sambaran petir yang menimbulkan kebakaran baru.
Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan memimpin rapat kabinet darurat guna membahas langkah penanganan krisis.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez memperingatkan kondisi masih sangat mengkhawatirkan. Menurutnya, kebakaran utama di Gironde berlangsung sangat intens dan tidak dapat diprediksi.
"Anginnya sendiri bergerak secara tidak menentu menuju wilayah metropolitan Bordeaux," ujarnya, dikutip Selasa, 28 Juli 2026.
Sejak pekan lalu, api telah menghanguskan sekitar 42 ribu hektare lahan, melukai 84 petugas pemadam kebakaran, serta menghancurkan sedikitnya 240 rumah.
Di Spanyol, situasinya tak kalah genting. Perdana Menteri Pedro Sanchez yang mengunjungi kawasan terdampak di Avila memperingatkan masyarakat bahwa masa-masa sulit menanti di depan.
Kepala Perlindungan Sipil Virginia Barcones bahkan menyebut negaranya sedang menghadapi kebakaran dahsyat.
"Kita berurusan dengan area seluas 280 kilometer yang mencakup 77.000 hektar," ujar Barcones saat menjelaskan luas area yang dilalap api.
Selain mengancam permukiman, kebakaran juga memukul sektor pariwisata di tengah musim liburan musim panas.
Di Prancis, sekitar 220 ribu warga telah dievakuasi dari Gironde, sementara 45 area perkemahan ditutup sehingga menggagalkan rencana liburan sekitar 40 ribu wisatawan.
Pemerintah daerah juga meminta wisatawan menghindari wilayah tersebut dan mencari tujuan wisata lain demi keselamatan.
Para ilmuwan menilai perubahan iklim menjadi faktor utama yang membuat gelombang panas dan kebakaran hutan ekstrem semakin sering terjadi.
Selain Prancis dan Spanyol, Italia juga menghadapi kebakaran hutan, sementara Paus Leo IV menyampaikan doa dan solidaritas bagi seluruh korban serta petugas penyelamat yang berjuang menghadapi kebakaran.
BERITA TERKAIT: