Wabah Cyclosporiasis telah berlangsung selama lebih dari dua bulan. Di negara bagian Michigan saja sedikitnya 7.000 orang dilaporkan terinfeksi, sementara data resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) baru mencatat hampir 4.200 kasus terkonfirmasi.
Meski demikian, Kennedy menegaskan situasi masih berada dalam kendali pemerintah.
"Wabah siklosporiasis yang sedang berlangsung telah terkendali," kata Kennedy, seraya menyebut kritik bahwa pemangkasan lembaga federal menghambat investigasi sama sekali tidak benar.
Pernyataan tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan pandangan para pakar keamanan pangan.
Co-Director Minnesota Integrated Food Safety Center of Excellence, Craig Hedberg menilai pemotongan anggaran telah menggerus kemampuan pemerintah merespons wabah secara cepat.
"Sulit untuk mengukur secara tepat, tetapi jelas bahwa pemotongan pendanaan federal selama setahun terakhir telah mengurangi kemampuan kami untuk menanggapi wabah seperti ini," ujarnya.
Di tengah penyelidikan, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) serta CDC sempat menyatakan selada iceberg cincang dari Taylor Farms positif mengandung parasit Cyclospora.
Namun hasil tersebut kemudian ditarik karena dinyatakan sebagai false positive.
Perubahan hasil laboratorium itu memicu kebingungan publik. Ketua Ilmu Pangan Rutgers University, Donald Schaffner, bahkan menyebut insiden tersebut sebagai kesalahan yang cukup besar meski ia menilai produk itu tetap menjadi salah satu sumber yang paling mungkin menyebabkan wabah.
Juru bicara HHS, Emily Hilliard, membantah tudingan bahwa pemerintah tidak transparan dalam menangani kasus tersebut.
Menurutnya, FDA telah berkoordinasi dengan Taylor Farms selama proses investigasi dan tetap mengerahkan seluruh sumber daya kesehatan masyarakat.
""FDA dan CDC terus bekerja sama untuk menggunakan setiap alat kesehatan masyarakat yang tersedia untuk mengidentifikasi sumber tambahan wabah dan menginformasikan tindakan kesehatan masyarakat yang cepat," tegasnya.
Sementara itu, mantan Direktur National Center for Emerging and Zoonotic Infectious Diseases CDC, Daniel Jernigan, mengungkapkan bahwa divisi penyakit parasit kehilangan sekitar seperempat personelnya setelah pemangkasan dana federal.
Kondisi itu, menurutnya, mengurangi kemampuan CDC merespons keadaan darurat.
"Pada awal respons ini, pemotongan anggaran karena pendanaan USAID membuat divisi tersebut kurang mampu merespons dengan cepat, dan itu bukan hal yang rumit. Hanya saja jumlah personelnya lebih sedikit, sehingga cadangannya tidak mencukupi," ujarnya.
BERITA TERKAIT: