Mengutip laporan Kementerian Luar Negeri RI, Jumat, 3 Juli 2026, Kesepakatan tersebut dicapai dalam Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-2 Indonesia-Gambia yang berlangsung di Banjul pada 30 Juni-1 Juli 2026 dan dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir bersama Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Internasional, dan Warga Negara Gambia di Luar Negeri, Sering Modou Njie.
Pertemuan menghasilkan sejumlah capaian penting, di antaranya penandatanganan MoU General Framework of Cooperation Indonesia-Gambia, peresmian kembali Agricultural Rural Farmers Training Centre (ARFTC) di Jenoi sebagai pusat pelatihan pertanian dan penggerak ketahanan pangan di Afrika Barat, serta komitmen memperluas kerja sama ekonomi kedua negara.
MoU tersebut akan menjadi landasan baru bagi kementerian dan lembaga di kedua negara untuk merealisasikan berbagai program kerja sama lintas sektor.
"Pertemuan mencerminkan komitmen kuat kedua negara untuk semakin mempererat hubungan diplomatik yang telah terjalin erat sejak 1982, dan dilandasi semangat persahabatan, solidaritas, dan saling menghormati yang sejalan dengan Semangat Bandung," ujar Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir atau Wamenlu Tata.
Di bidang ekonomi, Indonesia mendorong pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) dengan Economic Community of West African States (ECOWAS) guna memperluas akses produk nasional ke pasar Afrika Barat yang dihuni lebih dari 450 juta penduduk.
Gambia menyatakan kesiapan mendukung proses tersebut, sekaligus memperkuat kolaborasi antardaerah, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kemitraan antarpelaku usaha.
Indonesia juga menyambut rencana penunjukan Konsul Kehormatan Gambia di Jakarta untuk memperkuat layanan kekonsuleran dan hubungan bisnis kedua negara.
Kerja sama peningkatan kapasitas sumber daya manusia turut menjadi agenda utama. Indonesia menyatakan kesiapan berbagi pengalaman dalam pendirian Foreign Service Academy of The Gambia, termasuk mendukung penyusunan kurikulum dan pelatihan diplomatik.
"Kami menyambut partisipasi diplomat Gambia dalam International Mid-Career Diplomat Training yang akan diselenggarakan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri RI pada tahun ini," tuturnya.
Dalam rangka mempererat hubungan antarmasyarakat, Wamenlu Tata juga mengunjungi The University of The Gambia (UTG) dan menyaksikan peresmian Alumni Association of Gambia-Indonesia Students (AL-GAMINDAS).
"Jejaring alumni ini akan menjadi aset berharga dalam hubungan bilateral Indonesia dan Gambia," pungkas Wamenlu Tata.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: