Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan, pihaknya melalui KBRI Bogota terus memantau perkembangan situasi pascagempa di Kolombia.
Gempa tersebut berpusat di Departemen Choco, sekitar 280 kilometer dari Bogota. Guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah Kolombia, termasuk Bogota, Cali, Medellin, Pereira, Manizales, dan Ibague.
Otoritas setempat sementara melaporkan sedikitnya 18 orang meninggal dunia.
Heni mengatakan, KBRI Bogota telah menjalin komunikasi dengan WNI yang berada di sejumlah wilayah terdampak. Berdasarkan pemantauan KBRI Bogota, seluruh WNI di Kolombia dilaporkan dalam kondisi aman.
“KBRI Bogota akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan WNI di wilayah terdampak, termasuk untuk langkah-langkah darurat apabila terjadi gempa susulan,” kita Heni dalam keterangan tertulis Selasa, 11 Agustus 2026.
Sementara itu, Pemerintah Kolombia telah mengaktifkan mekanisme tanggap darurat nasional dan membentuk Pos Komando Terpadu untuk koordinasi penanganan serta asesmen kebutuhan di wilayah terdampak.
KBRI Bogota mengimbau WNI di Kolombia untuk tetap waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, memantau informasi dari sumber resmi, serta menjaga komunikasi dengan KBRI Bogota.
Dalam kondisi darurat, WNI di Kolombia dapat menghubungi Hotline KBRI Bogota melalui nomor +57 301 9061706.
BERITA TERKAIT: