Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan kesepakatan tersebut mencerminkan perubahan cara negara-negara di kawasan memandang keamanan regional.
“Secara umum, dapat dikatakan bahwa perkembangan ini merupakan pertanda perubahan persepsi negara-negara di kawasan ini,” kata Baghaei dalam konferensi pers Senin, dikutip Selasa, 11 Agustus 2026.
Baghaei menegaskan Iran tidak memiliki alasan untuk khawatir, karena Turki, Pakistan, dan Arab Saudi memiliki hubungan agama, sejarah, dan peradaban yang kuat dengan Iran.
“Tidak ada alasan untuk khawatir bahwa pakta ini dapat ditujukan terhadap Iran,” tegasnya.
Perjanjian Pertahanan Bersama Mekah merupakan pakta pertahanan bersama yang menyatakan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu negara anggota akan dipandang sebagai serangan terhadap ketiganya. Turki sebelumnya juga menegaskan bahwa pakta itu tidak ditujukan secara khusus kepada Iran.
BERITA TERKAIT: