Iran Tak Anggap Perjanjian Mekah sebagai Ancaman

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 11 Agustus 2026, 08:24 WIB
Iran Tak Anggap Perjanjian Mekah sebagai Ancaman
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei menanggapi pakta Perjanjian Pertahanan Bersama Mekah pada Senin, 10 Agustus 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube DRM News)
Kecil Besar
rmol news logo Iran menyatakan tidak melihat Mecca Joint Defence Agreement atau Perjanjian Pertahanan Bersama Mekah sebagai ancaman. Pakta yang ditandatangani Arab Saudi, Turki, dan Pakistan tersebut justru dinilai menunjukkan perubahan sikap negara-negara kawasan yang mulai mengurangi ketergantungan terhadap jaminan keamanan Amerika Serikat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan kesepakatan tersebut mencerminkan perubahan cara negara-negara di kawasan memandang keamanan regional.

“Secara umum, dapat dikatakan bahwa perkembangan ini merupakan pertanda perubahan persepsi negara-negara di kawasan ini,” kata Baghaei dalam konferensi pers Senin, dikutip Selasa, 11 Agustus 2026.

Baghaei menegaskan Iran tidak memiliki alasan untuk khawatir, karena Turki, Pakistan, dan Arab Saudi memiliki hubungan agama, sejarah, dan peradaban yang kuat dengan Iran.

“Tidak ada alasan untuk khawatir bahwa pakta ini dapat ditujukan terhadap Iran,” tegasnya.

Perjanjian Pertahanan Bersama Mekah merupakan pakta pertahanan bersama yang menyatakan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu negara anggota akan dipandang sebagai serangan terhadap ketiganya. Turki sebelumnya juga menegaskan bahwa pakta itu tidak ditujukan secara khusus kepada Iran.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA