Berdasarkan pemantauan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bogotá, komunikasi intensif telah dijalin dengan para WNI di sejumlah daerah terdampak.
KBRI Bogotá juga telah menyiapkan langkah-langkah darurat guna mengantisipasi potensi gempa susulan.
Gempa bumi dengan kedalaman 107 kilometer ini berpusat di San José del Palmar, departemen Chocó, dan dirasakan kuat di berbagai kota besar seperti Bogotá, Cali, Medellín, Pereira, Manizales, hingga Ibagué.
Guncangan keras ini menimbulkan dampak yang cukup parah bagi negara setempat.
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella mengonfirmasi bahwa korban jiwa telah mencapai 111 orang, disertai 87 orang mengalami luka-luka, 61 bangunan runtuh, serta 1.575 rumah mengalami kerusakan.
Sebagai respons cepat atas bencana besar ini, Pemerintah Kolombia secara resmi menetapkan status bencana nasional guna memaksimalkan pengerahan sumber daya bantuan.
Presiden Abelardo de la Espriella bahkan memimpin langsung penanganan darurat dari Pos Komando di Bogotá.
Di sisi lain, KBRI Bogotá terus mengimbau seluruh WNI di Kolombia agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mematuhi arahan otoritas lokal, serta menjaga komunikasi aktif. Bagi WNI yang menghadapi situasi darurat, layanan hotline telah disiagakan melalui nomor +57 301 9061706.
BERITA TERKAIT: