Kabar tersebut pertama kali dilaporkan The Washington Post pada Senin, 10 Agustus 2026. Dikatakan bahwa Trump awalnya turun dari pesawat kepresidenan lama yang digunakan sebagai Air Force One melalui kendaraan katering di Bandara Esenboga, Ankara.
Setelah itu, Trump berpindah ke pesawat Air Force C-32A sebelum terbang menuju Inggris. Pesawat pemberian Qatar dan pesawat kepresidenan lama juga terbang secara terpisah menuju Inggris.
Sesampainya di Inggris, Trump kembali menaiki pesawat baru pemberian Qatar untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Washington.
Sebelumnya, perhatian publik memang tertuju pada keputusan Trump tidak menggunakan pesawat pemberian Qatar sebagai Air Force One dan memilih pesawat lama dengan alasan keamanan.
“Seperti yang telah dikatakan Presiden baru-baru ini, ada banyak musuh Amerika yang mengincarnya, dan kami menggunakan setiap alat yang kami miliki untuk mengatasi ancaman tersebut," ujar Juru Bicara Gedung Putih Steven Cheung, dikutip dari CNN, Selasa, 11 Agustus 2026.
Rangkaian perjalanan tersebut semakin terlihat tidak biasa ketika rombongan wartawan diminta menutup tirai jendela kabin pers.
Catatan rombongan pers menunjukkan Trump masih berada di pesawat lama di Ankara pada pukul 20.26 waktu setempat, sebelum pesawat lepas landas sekitar pukul 20.43.
Setelah tiba di RAF Mildenhall, Inggris, Trump terlihat turun dari Air Force One sekitar satu menit setelah rombongan pers diberi tahu bahwa posisi pengambilan gambar telah siap.
BERITA TERKAIT: