Kemunculan perdana itu terjadi di tengah spekulasi mengenai kondisi kesehatan Khamenei yang selama berbulan-bulan jarang terlihat di hadapan publik.
Dalam video berdurasi 12 detik tersebut, tampak Khamenei terlihat duduk di atas karpet dalam sebuah ruangan sembari berbicara dengan sejumlah pejabat dan penasihat.
Dia mengenakan sorban hitam dan jubah abu-abu muda di atas pakaian putih.
Meski terlihat tenang,
Mehr tidak mengungkap kapan maupun di mana video tersebut direkam.
Karena itu, belum dapat dipastikan apakah rekaman tersebut benar-benar menggambarkan kondisi terkini Khamenei.
Kemunculan ini menjadi sorotan setelah beredar berbagai rumor mengenai kesehatan Khamenei.
Sejumlah media Iran yang berafiliasi dengan oposisi serta beberapa media Israel sebelumnya melaporkan bahwa Khamenei sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka yang diduga dialaminya dalam serangan Februari.
Media Israel Channel 14 bahkan mengklaim Khamenei masih dalam kondisi kritis dan dapat meninggal dalam beberapa hari.
Namun, laporan tersebut tidak disertai bukti yang dapat menguatkan klaim tersebut.
Khamenei diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada Maret lalu setelah ayah sekaligus pendahulunya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan AS-Israel.
Sejak saat itu, otoritas Iran lebih banyak menyampaikan pernyataan tertulis atas namanya dibandingkan menghadirkannya dalam penampilan publik.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian pekan ini mengakui bahwa komunikasi dengan Khamenei sangat sulit. Namun masih dapat bertemu dengan Khamenei dan pembicaraan mereka disebut cukup konstruktif.
BERITA TERKAIT: