Menurut laporan
AFP, Minggu, 3 Mei 2025, Rubio yang juga seorang penganut Katolik, akan bertemu Sekretaris Negara Vatikan Pietro Parolin dan Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani.
Media Italia turut melaporkan agenda tambahan berupa pertemuan dengan Menteri Pertahanan Guido Crosetto dalam kunjungan dua hari yang dipandang sebagai upaya diplomatik untuk memulihkan komunikasi strategis.
Kunjungan Rubio dipersepsikan luas sebagai upaya untuk mencairkan hubungan setelah ketegangan memuncak akibat perbedaan tajam soal perang dan kebijakan luar negeri antara Trump dan Paus Leo.
Sejak terpilih menggantikan Paus Fransiskus pada 8 Mei 2025 sebagai pemimpin 1,4 miliar umat Katolik dunia, Paus Leo XIV dikenal vokal mengkritik kebijakan keras pemerintahan Trump, terutama terkait pengetatan imigrasi dan eskalasi konflik global.
Puncaknya terjadi ketika Paus pada 7 April mengecam ancaman Trump terhadap Iran sebagai hal yang tidak bisa diterima dan menyerukan warga Amerika agar mendesak mereka menempuh jalur damai.
Pernyataan tersebut memicu kemarahan Trump. Dalam unggahan media sosialnya, Presiden AS itu menyebut Paus sebagai sosok yang lemah dalam hal kejahatan, dan buruk dalam hal kebijakan luar negeri.
Trump bahkan mempertegas sikapnya dengan mengatakan dirinya bukan penggemar berat Paus Leo dan menolak pemimpin Gereja yang menurutnya membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.
BERITA TERKAIT: