Dalam video yang diunggah di media sosial, Hegseth ikut menjalani latihan kekuatan bersama para personel sebelum menyampaikan pesan kepada pasukan. Ia menegaskan bahwa militer AS harus selalu berada dalam kondisi siap tempur menghadapi kemungkinan konflik, termasuk di Timur Tengah.
"Kalian harus siap dan siaga untuk perang di Timur Tengah jika dan ketika dipanggil," kata Hegseth kepada para prajurit, dikutip Sabtu, 30 Mei 2026.
Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap Presiden Donald Trump yang sebelumnya kembali menekan Iran untuk menerima kesepakatan yang sedang dibahas dengan Washington. Dalam rapat kabinet pada Rabu lalu, Trump mengatakan Iran memiliki dua pilihan: menyelesaikan masalah melalui jalur diplomasi atau menghadapi kekuatan militer Amerika Serikat.
Trump bahkan menunjuk Hegseth yang berada di sampingnya saat menyampaikan peringatan tersebut.
"Iran bisa melakukannya dengan cara yang benar melalui kesepakatan di meja perundingan, atau mereka bisa berurusan dengan orang saya di sebelah kiri. Sebenarnya bukan dia, tetapi kalian," ujar Trump, merujuk pada kekuatan militer AS.
Kehadiran Hegseth di Singapura sendiri merupakan bagian dari kunjungannya untuk menghadiri Dialog Shangri-La ke-23, forum pertahanan dan keamanan terbesar di Asia yang mempertemukan para menteri pertahanan, pejabat militer, dan pakar keamanan dari berbagai negara.
BERITA TERKAIT: