Hal itu disampaikan saat menghadiri peringatan 30 tahun Asosiasi Hiroshima-Indonesia (Hiroshima-Indonesia Association/HIA) di Kota Hiroshima.
Mengutip pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Selasa, 26 Mei 2026, acara itu berlangsung di hari Jumat, 24 Mei 2026, dipimpin Konsul Jenderal RI untuk Osaka John Tjahjanto Boestami bersama Chairman HIA Kensuke Matsufuji dan dimeriahkan penampilan angklung dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Hiroshima.
Dubes Kartini menyampaikan apresiasi atas kiprah HIA yang selama tiga dekade menjadi penghubung penting hubungan masyarakat kedua negara melalui berbagai kegiatan budaya, ekonomi, dan pertukaran antarkomunitas.
"Nilai-nilai perdamaian, keramahan, dan pelestarian budaya adalah benang merah yang menghubungkan kita dan membawa makna yang lebih dalam pada persahabatan kedua negara. Selama 3 dekade Asosiasi Hiroshima-Indonesia menjadi jembatan persahabatan dan menciptakan peluang untuk pemahaman dan pertukaran budaya,” ujar Dubes Kartini.
Dia kemudian menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan hubungan bilateral agar terus berkembang di masa mendatang.
“Bersama-sama, kita dapat membangun hubungan yang lebih kuat, tidak hanya antara Hiroshima dan Indonesia, tetapi juga antargenerasi-sehingga orang Indonesia dan Jepang di masa depan akan terus berjalan bergandengan tangan dalam perdamaian dan persahabatan,” tambahnya.
Sementara itu, Chairman HIA Kensuke Matsufuji menyampaikan apresiasi atas kehadiran Dubes RI, Konjen RI Osaka, serta delegasi Indonesia dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, partisipasi pemerintah Indonesia mencerminkan dukungan yang konsisten terhadap penguatan hubungan kedua negara.
Ia juga mengapresiasi kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang pada Maret 2026 dan menekankan pentingnya memperkuat kemitraan strategis komprehensif Indonesia-Jepang.
Selama 30 tahun perjalanannya, HIA dikenal aktif memfasilitasi berbagai program kerja sama sosial budaya antara Indonesia dan Jepang, khususnya di Prefektur Hiroshima.
Organisasi yang beranggotakan masyarakat umum hingga pimpinan perusahaan Jepang itu rutin menggelar kegiatan kolaboratif yang melibatkan mahasiswa, pelaku usaha, dan komunitas Indonesia, mulai dari pertukaran budaya hingga pengembangan kerja sama ekonomi dan teknologi.
BERITA TERKAIT: