Melalui media sosial dan pernyataan kepada wartawan, Trump mempertegas serangannya dengan menyinggung isu senjata nuklir Iran. Ia menolak keras pandangan yang dianggap memberi ruang bagi Iran untuk memiliki senjata tersebut.
"Paus Leo lemah dalam menangani kejahatan, dan buruk untuk kebijakan luar negeri," tulis Trump unggahannya, dikutip dari NPR, Senin 13 April 2026.
"Saya tidak menginginkan seorang Paus yang berpikir bahwa Iran boleh memiliki senjata nuklir," tambahnya.
Pernyataan Trump muncul setelah Paus sebelumnya menyinggung bahwa perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di Iran dipicu oleh “ilusi kekuasaan yang berlebihan,” yang dianggap sebagai sindiran terhadap kebijakan pemerintah AS.
Hubungan antara Vatikan dan Gedung Putih memang tidak selalu sejalan, tetapi kritik terbuka dari seorang Paus terhadap pemimpin Amerika, serta respons keras dari presiden, merupakan hal yang tidak biasa.
Pernyataan Trump memicu reaksi dari kalangan Gereja Katolik. Uskup Agung Paul S. Coakley menyampaikan kekecewaannya dan menegaskan bahwa Paus bukanlah tokoh politik, melainkan pemimpin rohani yang berbicara berdasarkan ajaran Injil.
BERITA TERKAIT: