Dalam laporan yang dirilis Jumat 2 April 2026, indeks harga pangan dunia tercatat naik 2,4 persen secara bulanan, lebih tinggi dibandingkan kenaikan pada bulan sebelumnya. Kenaikan ini sekaligus menandai tren naik selama dua bulan berturut-turut.
Seluruh kelompok komoditas utama tercatat mengalami kenaikan, mulai dari sereal, daging, produk susu, minyak nabati, hingga gula.
Mengutip
Anadolu Agency pada Sabtu 3 April 2026, indeks harga pangan FAO juga tercatat 1 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara rinci, indeks harga sereal naik 1,5 persen secara bulanan menjadi 110,4 poin, serta meningkat 0,6 persen secara tahunan.
Kenaikan paling tinggi terjadi pada indeks harga minyak nabati yang mencapai rata-rata 183,1 poin pada Maret, atau naik 5,1 persen dibanding Februari. Angka ini menjadi kenaikan bulanan ketiga secara berturut-turut, dengan lonjakan tahunan mencapai 13,2 persen.
"Harga minyak sawit internasional mencapai level tertinggi sejak pertengahan 2022 dan bergerak di atas minyak kedelai, sebagian besar mencerminkan dampak dari kenaikan tajam harga minyak mentah," ungkap FAO.
Sementara itu, indeks harga daging tercatat naik 1 persen menjadi 127,7 poin, atau 8 persen lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
Adapun indeks harga produk susu naik 1,2 persen menjadi 120,9 poin, meskipun secara tahunan masih lebih rendah 18,7 persen dibandingkan Maret 2025.
BERITA TERKAIT: